Minggu, 28 Juli 2013

{ ANJURAN MENYEBUT SAYYIDINA ATAU NABIYALLAH }

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM

Sebutan Sayyidina, Nabiyallah, Rasulallah dan sebutan lain sebelum penyebutan nama Muhammad SAW. adalah bentuk penghormatan. Penghormatan ini diperintahkan oleh Allah dalam Al Qur’an Surat An Nur Ayat 63 :

 لا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًا فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (63)

Artinya: Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsu
r pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.
Abu Al-Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir Al-Qursyiy Al-Damsyiqiy dalam kitab Tafsir Al-Quranil ‘Adlim, atau yang lebih dikenal adalah Tafsir Ibnu Katsir;

 قال الضحاك، عن ابن عباس: كانوا يقولون: يا محمد، يا أبا القاسم، فنهاهم الله عز وجل، عن ذلك، إعظامًا لنبيه، صلوات الله وسلامه عليه، قال: فقالوا: يا رسولَ الله، يا نبيَ الله. وهكذا قال مجاهد، وسعيد بن جُبَير.
وقال قتادة: أمر الله أن يهاب نبيه صلى الله عليه وسلم، وأن يُبَجَّل وأن يعظَّم وأن يسود.

Dalam tafsir Ibnu Katsir tersebut, Muqotil bin Hayyan mengatakan tentang tafsir ayat ini: “Janganlah engkau menyebut nama Nabi Muhammad jika memanggil Beliau dengan ucapan: ‘Ya Muhammad’ dan janganlah kalian katakan: ‘Wahai anak Abdullah’, akan tetapi Agungkanlah Beliau dan panggillah oleh kamu: ‘Ya Nabiyallah, Ya Rasulullah’.

Nashiruddin Abu Al-Khairi Abdullah bin ‘Umar bin Muhammad Al-Baidhawiy dalam kitab Anwarul Tanzil Wa Asraril Takwil, atau yang lebih dikenal adalah Tafsir Baidhawiy;

لا تقيسوا دعاءه إياكم على دعاء بعضكم بعضاً في جواز الإِعراض والمساهلة في الإِجابة والرجوع بغير إذن، فإن المبادرة إلى إجابته عليه الصلاة والسلام واجبة والمراجعة بغير إذنه محرمة . وقيل لا تجعلوا نداءه وتسميته كنداء بعضكم بعضاً باسمه ورفع الصوت به والنداء من وراء الحجرات ، ولكن بلقبه المعظم مثل يا نبي الله ، ويا رسول الله مع التوقير والتواضع وخفض الصوت ، أو لا تجعلوا دعاءه عليكم كدعاء بعضكم على بعض فلا تبالوا بسخطه فإن دعاءه موجب، أو لا تجعلوا دعاءه ربه كدعاء صغيركم كبيركم يجيبه مرة ويرده أخرى فإن دعاءه مستجاب.

Dan masih banyak Kitab Tafsir lain yang menjelaskan dengan penjelasan yang senada dengan kedua kitab tafsir diatas.

Dalam Qur’an Surat Ali Imran Ayat 39 Allah juga memulyakan Nabi Yahya :

 فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَى مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya: Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang shaleh.”

Syeikh Muhayyiyisunnah Abu Muhammad Hasan bin Mas’ud AL-BUGHAWI (wafat 516 H.) dalam tafsir beliau MA’ALIMI AL-TANZIL menjelaskan Qur’an Surat Ali Imran ayat 39 sebagai berikut:

 {وَسَيِّدًا} فعيل من ساد يسود وهو الرئيس الذي يتبع وينتهي إلى قوله، قال المفضل: أراد سيدا في الدين. قال الضحاك: السيد الحسن الخلق. قال سعيد بن جبير: السيد الذي يطيع ربه عز وجل. وقال سعيد بن المسيب: السيد الفقيه العالم، وقال قتادة: سيد في العلم والعبادة والورع، وقيل: الحليم الذي لا يغضبه شيء. قال مجاهد: الكريم على الله تعالى، وقال الضحاك : السيد التقي، قال سفيان الثوري: الذي لا يحسد وقيل: الذي يفوق قومه في جميع خصال الخير، وقيل: هو القانع بما قسم الله له. وقيل: السخي، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “من سيدكم يا بني سلمة”؟ قالوا: جد بن قيس على أنّا نبخِّله قال: “وأي داء أدوأ من البخل، لكن سيدكم عمرو بن الجموح”.

Artinya: Dan (SAYYIDAN) itu adalah timbangan FA’IILAN dari SAADA. Sayyidan itu pemimpin yang diikuti dan berakhir kepada perkataannya. Al-Mufadhdhal berkata: yang dimaksud dengan sayyidan adalah sayyidan pada agama. Adh-Dhihak berkata: Sayyid itu bagus berakhlak. Sa’id bin Jubair berkata: Sayyid adalah orang yang patuh kepada Tuhannya yang maha tinggi. Sa’id bin Musayyib berkata: Sayyid itu orang yang faqih (ahli ilmu fiqh) lagi mengetahui. Qatadah berkata: sayyid itu pada ilmu, ibadat dan wara’, dan dikata orang : (Sayyid) itu lemah lembut yang tidak pernah marah kepadanya oleh sesuatu. Mujahid berkata: (Sayyid) itu yang mulia disisi Allah. Adh-Dhihak berkata: Sayyid itu orang taqwa. Sufyan Sauriy berkata: (Sayyid) itu yang tidak ada hasad, dikata orang yang berada lebih diatas kaumnya pada sekalian perkara terpuji. Dan dikata orang juga: orang yang merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Dikata orang: (Sayyid) itu Pemurah. Sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم Siapa Sayyid (Pemimpin) kalian wahai Bani Salamah? Mereka menjawab: Jud bin Qais yang kami anggap sangat kikir. Nabi bersabda: “penyakit apa yang lebih berat daripada kikir? Tetapi Sayyid (pemimpin) kalian adalah ‘Amr bin al-Jamuh.

Status hadits diatas dijelaskan pada catatan kaki dalam tafsir tersebut, yaitu;

 روي هذا الحديث من طرق عن جابر وأبي هريرة وأنس مرفوعا وروي مرسلا عن حبيب بن أبي ثابت عن النبي صلى الله عليه وسلم فقد أخرجه البخاري في الأدب المفرد ص (90) طبعه مكتبة الآداب وأبو الشيخ الأصبهاني في كتاب الأمثال برقم (89 – 95) ص 56 – 59 وأبو نعيم في الحلية: 7 / 317 والحاكم في المستدرك: 3 / 219 عن أبي هريرة بلفظ “بل سيدكم البراء بن معرور” وقال: صحيح على شرط مسلم. وقال الهيثمي: رواه الطبراني في الأوسط ورجاله رجال الصحيح غير شيخ الطبراني مجمع الزوائد : 3 / 315 . وانظر : الإصابة لابن حجر : 4 / 615 – 616 أسد الغابة لابن الأثير: 4 / 206 – 207 مجمع الزوائد: 9 / 314 – 315 / 126 – 127 .

Artinya: Telah diriwayatkan hadits ini dari berbagai thuruq (jalan) dari Jabir, Abi Hurairah dan Anas secara marfu’ (sampai sanad kepada Rasulullah). Dan riwayat secara mursal (gugur sahabat) dari riwayat Habib bin Abi Tsabit dari Nabi صلى الله عليه وسلم. Maka sungguh telah mengeluarkannya (meletakkan hadits pada tempatnya) oleh : Imam Bukhari pada BAB ADAB AL-MUFRAD hal 90 cetakan Maktabah Adab, oleh Abu Syaikh Ak-Ashbahani dalam kitab AL-AMTSAL nomor 89-95 halaman 56-59, oleh Abu Na’im dalam AL-HULIYYAH jilid 7 halaman 317, oleh Hakim dalam AL-MUSTADRAK jilid 3 halaman 219 dari Abi Hurairah dengan ucapan “tetapi pemimpin kalian adalah Al-Bara’ bin Ma’rur. Hakim berkata ; “hadits Shahih atas syarat Imam Muslim. Baihaqiy berkata: telah meriwayatkan oleh Thabrani dalam AL-AWSATH, dan rijalnya itu rijal shahih

Mengenai sebutan sayyidina sendiri terdapat dalam hadits :

 أنا سيد ولد آدم يوم القيامة ولا فخر

“Aku adalah sayyid anak Adam pada hari kiamat maka janganlah berbangga diri.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah).

Jadi kesimpulannya, adalah tidak punya adab/sopan jika kita memanggil Rasulallah Muhammad SAW. langsung menyebut namanya.

Kebenaran hakiki hanya milik Allah
Hamba Allah yang dhaif dan faqir
Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad

Sumber

A Relationship With God Is Only A Step Away

{ SEKILAS TENTANG RUKUN ISLAM }

Rukun Islam Rukun Islam terdiri daripada lima perkara: Mengucap dua kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan
Nabi Muhammad s.a.w itu rasul Allah. Menunaikan salat lima kali sehari. Mengeluarkan zakat. Berpuasa pada bulan Ramadan. Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu. Syahadat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Syahadat Rukun pertama : Bersaksi tidak ada ilah
yang berhak disembah secara hak
melainkan Allah dan Muhammad adalah
utusan Allah. Syahadat (persaksian) ini memiliki makna yang harus diketahui seorang muslim
berikut diamalkannya. Adapun orang yang
mengucapkannya secara lisan namun tidak
mengetahui maknanya dan tidak
mengamalkannya maka tidak ada manfaat
sama sekali dengan syahadatnya. === Makna "''La ilaha Illallah''" === '''Ibadah beraneka ragam:''' Di antara bentuk ibadah : Istighotsah
(memohon bantuan), istianah (memohon
pertolongan) dan istiadzah (memohon
perlindungan). Tidak ada yang boleh dimintai bantuan
ataupun pertolongan ataupun
perlindungan kecuali Allah saja. Allah
ta’ala berfirman dalam Al Qur’an Al
karim : Manusia tidak boleh bertawakal selain
kepada Allah, tidak boleh berharap selain
kepada Allah, dan tidak boleh khusyu'
melainkan kepada Allah semata. 1. ALIH Nama halaman tujuan Makna Syahadat “Muhammad Rasulullah” Makna syahadat Muhammad Rasulullah adalah mengetahui dan meyakini bahwa Muhammad utusan Allah kepada seluruh manusia, dia seorang hamba biasa yang
tidak boleh disembah, sekaligus rasul yang
tidak boleh didustakan. Akan tetapi harus
ditaati dan diikuti. Siapa yang menaatinya
masuk surga dan siapa yang
mendurhakainya masuk neraka. Selain itu anda juga mengetahui dan meyakini bahwa
sumber pengambilan syariat sama saja
apakah mengenai syiar-syiar ibadah ritual
yang diperintahkan Allah maupun aturan
hukum dan syariat dalam segala sector
maupun mengenai keputusan halal dan haram. Semua itu tidak boleh kecuali lewat utusan Allah yang bisa menyampaikan
syariat-Nya. Oleh karena itu seorang
muslim tidak boleh menerima satu
syariatpun yang datang bukan lewat Rasul
SAW. Allah ta’ala berfirman : “ Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka
terimalah ia dan apa yang dilarangnya
bagimu maka tinggalkanlah (Al Hasyr:7) ” “ Maka demi Robbmu, mereka (pada
hakekatnya) tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu hakim dalam perkara
yang mereka perselisihkan, kemudian
mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu
berikan, dan mereka menerima dengan
sepenuh hati (An Nisa’:65) ” Makna kedua ayat : 1. Pada ayat pertama Allah memerintahkan kaum muslimin supaya
menaati Rasul-Nya Muhammad pada
seluruh yang diperintahkanny­a dan
berhenti dari seluruh yang
dilarangnya. Karena beliau memerintah
hanyalah berdasarkan dengan perintah Allah dan melarang berdasar larangan-
Nya. 2. Pada ayat kedua Allah bersumpah
dengan diri-Nya yang suci bahwa sah
iman seseorang kepada Allah dan
Rasul-Nya hingga ia mau berhukum
kepada Rasul dalam perkara yang diperselisihkan­ antara dia dengan
orang lain, kemudian ia puas
keputusannya dan menerima dengan
sepenuh hati. Rasul SAW bersabda : “ Barangsiapa mengerjakan suatu amal yang
tidak ada contohnya dari urusan kami
maka ia tertolak. Diriwayatkan oleh
Muslim dan lainnya ” Amalan yang dianggap termasuk agama
namun tidak ada contohnya dari Rasul
dikenal dengan istilah bid'ah. ↑Kembali ke bagian sebelumnya Salat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Salat salat lima waktu sehari semalam yang Allah syariatkan untuk menjadi sarana interaksi
antara Allah dengan seorang muslim dimana
ia bermunajat dan berdoa kepada-Nya.
Juga untuk menjadi sarana pencegah bagi
seorang muslim dari perbuatan keji dan
mungkar sehingga ia memperoleh kedamaian jiwa dan badan yang dapat
membahagiakanny­a di dunia dan akhirat. Allah mensyariatkan dalam salat, suci
badan, pakaian, dan tempat yang digunakan
untuk salat. Maka seorang muslim
membersihkan diri dengan air suci dari
semua barang najis seperti air kecil dan
besar dalam rangka mensucikan badannya dari najis lahir dan hatinya dari najis
batin. Salat merupakan tiang agama. Ia sebagai rukun terpenting Islam setelah dua kalimat
syahadat. Seorang muslim wajib
memeliharanya semenjak usia baligh
(dewasa) hingga mati. Ia wajib
memerintahkanny­a kepada keluarga dan
anak-anaknya semenjak usia tujuh tahun dalam rangka membiasakannya.­ Allah ta’ala
berfirman : "Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban
yang ditentukan waktunya atas orang-
orang yang beriman (An Nisa: 103) Salat wajib bagi seorang muslim dalam
kondisi apapun hingga pada kondisi
ketakutan dan sakit. Ia menjalankan salat
sesuai kemampuannya baik dalam keadaan
berdiri, duduk maupun berbaring hingga
sekalipun tidak mampu kecuali sekedar dengan isyarat mata atau hatinya maka ia
boleh salat dengan isyarat. Rasul
mengkhabarkan bahwa orang yang
meninggalkan salat itu bukanlah seorang
muslim entah laki atau perempuan. Ia
bersabda : "“Perjanjian antara kami dengan mereka
adalah salat. Siapa yang meninggalkannya
berarti telah kafir” Hadits shohih. Salat lima waktu itu adalah salat Shubuh, salat Dhuhur, salat Ashar, salat Maghrib dan salat Isya’. Waktu salat Shubuh dimulai dari munculnya mentari pagi di Timur dan berakhir saat
terbit matahari. Tidak boleh menunda
sampai akhir waktunya. Waktu salat Dhuhur dimulai dari condongnya matahari hingga sesuatu sepanjang bayang-
bayangnya. Waktu salat Ashar dimulai setelah habisnya waktu Dhuhur hingga
matahari menguning dan tidak boleh
menundanya hingga akhir waktu. Akan
tetapi ditunaikan selama matahari masih
putih cerah. Waktu Maghrib dimulai setelah terbenamnya matahari dan berakhir dengan
lenyapnya senja merah dan tidak boleh
ditunda hingga akhir waktunya. Sedang
waktu salat Isya’ dimulai setelah habisnya waktu maghrib hingga akhir malam dan
tidak boleh ditunda setelah itu. Seandainya seorang muslim menunda-nunda
sekali salat saja dari ketentuan waktunya
hingga keluar waktunya tanpa alasan yang
dibenarkan syariat diluar keinginannya
maka ia telah melakukan dosa besar. Ia
harus bertaubat kepada Allah dan tidak mengulangi lagi. ↑Kembali ke bagian sebelumnya Puasa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Puasa Puasa pada bulan Ramadan yaitu bulan kesembilan dari bulan hijriyah. Sifat puasa: Seorang muslim berniat puasa sebelum
waktu shubuh (fajar) terang. Kemudian menahan dari makan, minum dan
jima’ (mendatangi istri) hingga
terbenamnya matahari kemudian berbuka.
Ia kerjakan hal itu selama hari bulan
Romadhon. Dengan itu ia menghendaki
ridho Allah ta’ala dan beribadah kepada- Nya. Dalam puasa terdapat beberapa manfaat
tak terhingga. Di antara yang terpenting : 1. Merupakan ibadah kepada Allah dan
menjalankan perintah-Nya. Seorang
hamba meninggalkan syahwatnya,
makan dan minumnya demi Allah. Hal
itu di antara sarana terbesar
mencapai taqwa kepada Allah ta’ala. 2. Adapun manfaat puasa dari sudut
kesehatan, ekonomi, sosial maka amat
banyak. Tidak ada yang dapat
mengetahuinya selain mereka yang
berpuasa atas dorongan akidah dan
iman. ↑Kembali ke bagian sebelumnya Zakat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Zakat Allah telah memerintahkan setiap muslim
yang memilki harta mencapai nisab untuk
mengeluarkan zakat hartanya setiap
tahun. Ia berikan kepada yang berhak
menerima dari kalangan fakir serta selain
mereka yang zakat boleh diserahkan kepada mereka sebagaimana telah
diterangkan dalam Al Qur’an. Nishab emas sebanyak 20 mitsqal. Nishab
perak sebanyak 200 dirham atau mata
uang kertas yang senilai itu. Barang-
barang dagangan dengan segala macam jika
nilainya telah mencapai nishab wajib
pemiliknya mengeluarkan zakatnya manakala telah berlalu setahun. Nishab
biji-bijian dan buah-buahan 300 sha’.
Rumah siap jual dikeluarkan zakat nilainya.
Sedang rumah siap sewa saja dikeluarkan
zakat upahnya. Kadar zakat pada emas,
perak dan barang-barang dagangan 2,5 % setiap tahunnya. Pada biji-bijian dan buah-
buahan 10 % dari yang diairi tanpa
kesulitan seperti yang diairi dengan air
sungai, mata air yang mengalir atau hujan.
Sedang 5 % pada biji-bijian yang diairi
dengan susah seperti yang diairi dengan alat penimba air. Di antara manfaat mengeluarkan zakat
menghibur jiwa orang-orang fakir dan
menutupi kebutuhan mereka serta
menguatkan ikatan cinta antara mereka
dan orang kaya ↑Kembali ke bagian sebelumnya Haji Artikel utama untuk bagian ini adalah: Haji Rukun Islam kelima adalah haji ke baitullah Mekkah sekali seumur hidup. Adapun lebihnya maka merupakan sunnah. Dalam
ibadah haji terdapat manfaat tak
terhingga : 1. Pertama, haji merupakan bentuk
ibadah kepada Allah ta’ala dengan ruh,
badan dan harta. 2. Kedua, ketika haji kaum muslimin dari
segala penjuru dapat berkumpul dan
bertemu di satu tempat. Mereka
mengenakan satu pakaian dan
menyembah satu Robb dalam satu
waktu. Tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, kaya
maupun miskin, kulit putih maupun
kulit hitam. Semua merupakan makhluk
dan hamba Allah. Sehingga kaum
muslimin dapat bertaaruf (saling
kenal) dan taawun (saling tolong menolong). Mereka sama-sama
mengingat pada hari Allah
membangkitkan mereka semuanya dan
mengumpulkan mereka dalam satu
tempat untuk diadakan hisab
(penghitungan amal) sehingga mereka mengadakan persiapan untuk kehidupan
setelah mati dengan mengerjakan
ketaatan kepada Allah ta’ala. Rujukan: Syarah Arba’in An Nawawiyah, Syaikh
Shalih bin Abdil ‘Aziiz Alu Syaikh Taisir
Wushul Ilaa Nailil Ma’mul bi Syarhi
Tsalatsatil Ushul, Syaikh Nu’man bin Abdil
Kariim Al Watr Al Wajiiz fii Fiqhis Sunnah
wal Kitaabil ‘Aziiz Syaikh Abdul ‘azhim Badawi Syarah Aqidah al Wasithiyyah
(Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin)

{ SEKILAS TENTANG GHIBAH }

Ghibah

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka , karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat agi Maha Penyayang" . (QS Al-Hujurat:12)

Rasulullah saw. bersabda: "Apabila apa yang ADA PADANYA sesuai dengan apa yang engkau BICARA maka engkau telah MENGGIBAHNYA. Sedangkan apabila apa yang ada padanya tidak sesuai dengan apa yang kau katakan maka kau telah berDUSTA atasnya.”
(H.R. Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935

{ PAHALA UNTUK ISTERI SHOLEHAH }



1. Seseorang isteri apabila ia mengerjakan sholat yang diwajibkan, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatan dirinya dan taat kepada suaminya maka berhaklah ia masuk syurga dari mana-mana pintu yang ia suka.

2. Makanan yang disediakan oleh isteri kepada suaminya, maka itu lebih baik dari isteri itu mengerjakan haji dan umrah.

3. Mandi junub si isteri dis...ebabkan jima' dengan suaminya, maka itu lebih baik baginya daripada berkorban 1000 ekor kambing sebagai sedekah kepada fakir miskin.

4. Apabila isteri hamil ia dicatatkan sebagai seorang syahid dan khidmat kepada suaminya sebagai jihad.

5. Pemeliharaan yang baik terhadap anak-anak adalah menjadi benteng neraka, pandangan yang baik dan harmonis terhadap suami adalah menjadi tasbih (dzikir).

6. Tidak akan putus pahala dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan hati suaminya.

7. Sekali suami minum air yang disediakan oleh isterinya, maka itu adalah lebih baik dari berpuasa setahun.

8. Apabila seorang isteri meninggal dan suaminya ridha, niscaya ia akan dimasukkan ke dalam Surga. (H.R. Tirmidzi

Sabtu, 27 Juli 2013

BATASAN WAKTU SAHUR

SEBAIKNYA MUSLIM TAHU:

BATASAN WAKTU MENGAKHIRI SAHUR MENURUT HADITS, NAMUN TIDAKLAH MENJADI KETENTUAN UTAMA BAGI YANG BELUM MENUNTASKAN HIDANGAN SAHURNYA ATAU YANG TERLAMBAT DALAM BERSAHUR.

Bismillââh ...
...
Jarak waktu sahur dengan waktu shubuh adalah sekitar lima puluh ayat al-Qur’an yang dibaca secara tartil.

عن زيد بن ثابت قَالَ: تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه و سلم ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: قَدْرَ قِرَاءَةِ خَمْسِيْنَ آيَةٍ

Dari Zaid bin Tsabit radliyallâhu 'anhu berkata, "Kami pernah bersahur bersama Rasulullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam, kemudian kami berdiri menuju shalat?" Aku bertanya, "Berapa jarak di antara keduanya?" Ia menjawab, "Sekitar baca'an (al-Qur'an) lima puluh ayat."

[HR Ibnu Majah (1694); al-Bukhariy (1921) dan an-Nasa'iy (IV/143). Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan. Lihat: Shahih Sunan Ibnu Majah (1374) dan Shahih Sunan an-Nasa’iy (2035, 2036, 2037).]

Jadi menurut dalil, kita dianjurkan untuk makan sahur dengan mengakhirkannya yaitu sekitar jarak lima puluh ayat yang dibaca tartil sampai menjelang shubuh. Bahkan jika ternyata ketika seseorang di antara kita hendak minum sudah terdengar adzan shubuh yang menunjukkan waktu sholat, maka tidak mengapa ia menyelesaikan minum terlebih dahulu, sebagaimana di dalam dalil hadits dari Abu Hurairah radliyallâhu ‘anhu.

Maka istilah IMSAK yang didengang-dengungkan kebanyakan kaum muslimin itu adalah tidak benar dan BID'AH karena telah menyalahi dalil. [Lihat: Mu'jam al-Bida' (hlm. 268).]

عن أبى هريرة قال: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَ اْلإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلَا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

Dari Abu Hurairah radliyallâhu 'anhu berkata, telah bersabda Rasulullâh shalallâhu 'alaihi wa sallam, "Apabila seseorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan bejana (makanan dan minuman mereka) berada pada tangan mereka, maka janganlah ia meletakkannya sehingga ia menyelesaikan hajatnya."

[HR Ahmad (II/423, 510); Abu Dawud (2350) dan al-Hakim. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan Shahih. Lihat: Shahih Sunan Abu Dawud (2060); Shahih al-Jami' ash-Shaghir (607); Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (1394) dan Misykah al-Mashabih (1988).]

Berkata asy-Syaikh al-Albaniy rahimahullâh:

"Di dalam hadits ini terdapat dalil bahwasanya orang yang mendapatkan munculnya fajar sedangkan bejana makanan dan minumannya itu ada pada tangannya, maka boleh baginya untuk tidak meletakkannya sehingga ia menunaikan hajatnya itu (yaitu makan dan minum)."

[Lihat: Tamam al-Minnah (hlm. 417).]

Katanya lagi:

"Di antara faidah hadits ini adalah adanya batilnya bid’ah imsak sebelum fajar seukuran seperempat jam. Karena mereka mengerjakannya itu lantaran khawatir datangnya adzan subuh sedangkan mereka dalam keada’an sahur. Seandainya mereka mengetahui rukhsah tersebut niscaya mereka tidak akan terjatuh ke dalam bid’ah tersebut. Maka perhatikanlah."

[Lihat: Tamam al-Minnah (hlm. 418).]

UNTAIAN KATA DALAM HATI


 
بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّـحِيــــــمِ
 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
 Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beserta kelarga dan para sahabatnya.
 
Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa,rasakan dalam hati ,bukan akal yang menjadikan selalu ketidak ada percayaan.
 
Seorang teman tidak bisa dianggap teman sampai ia memahami dalam tiga kesempatan: pada waktu dibutuhkan, sikap di belakang anda, dan setelah kematian Anda. Carilah teman yang bisa merasakan manis dan pahit menjadikan satu.
 
Gelombang ombak yang tiada henti , tarikan nafaspun menjadikan kenikmatan hidup menjadi tanda dzikirnya selalu mengingat Allah SWT Maha segalanya .Bagaimana dengan kalian .. ?
 
Katakan dalam hati tulus ikhlas dan rasakan yang halus ,janganlah mengatakan dalam akal mengakibatkan hanya emosi,nafsu , Mengakibatkan anda menuai sakit jiwa dikemudian hari.
 
Semoga bisa bermanfaat dan direnungkan pada diri sendiri syukur bisa dihayati dengan sabar,Jujur, Ikhlas Insya Allah bermanfaat bekal hidup kita. Sampaikan salam santun untuk keluarga seijin Allah SWT diberikan sehat dan lancar dalam kehidupan yang beraneka ragam kegiatan ini.,.Aamiin Ya Robbalalamin. demikian juga jangan suka mempermasalahkan tatacara kehidupan orang lain ,Jaga diri baik baik ya ..Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh